
JAMBIPRIDE.ID | JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Jambi (Unja) guna mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di daerah.
Langkah akselerasi pendidikan kedokteran ini, dilakukan sebagai tindak lanjut atas mandat pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di Provinsi Jambi.
Komitmen tersebut, disepakati usai Gubernur Al Haris menggelar pertemuan dengan pihak Rektorat Unja dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher.
Al Haris menyampaikan, percepatan pemenuhan dokter spesialis asli daerah ini sangat mendesak dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan.
”Kita mendapatkan mandat dari pemerintah pusat untuk segera melakukan percepatan pemenuhan dokter spesialis asli daerah. Ini tentu membutuhkan kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Nantinya, Unja akan bertugas sebagai tempat belajar dan menimba ilmu, sementara RSUD Raden Mattaher akan menjadi tempat praktik para calon dokter spesialis,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur berharap percepatan program ini bisa segera terealisasi sehingga masyarakat Jambi bisa mendapatkan akses layanan medis yang lebih komprehensif tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Merespons langkah tersebut, Rektor Universitas Jambi, Helmi, menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh program akselerasi yang dicanangkan oleh pemerintah daerah. Saat ini, Unja tengah mematangkan persiapan untuk segera membuka tiga Program Studi (Prodi) Dokter Spesialis baru, yakni Spesialis Paru, Anestesi, serta Bedah.
“Dengan bantuan dan dukungan dari Pemerintah Daerah, Unja akan segera menyiapkan tiga prodi dokter spesialis. Proses penerimaan akan mulai dilakukan pada Juni hingga Juli mendatang dengan segala persiapan yang terus dimatangkan,” ungkap Helmi.
Helmi juga menambahkan bahwa program pendidikan kedokteran spesialis di Unja ini akan berpihak pada pembangunan sumber daya manusia lokal.
“Putra-putri asal Provinsi Jambi nantinya akan mendapatkan porsi prioritas untuk penerimaan program pemenuhan dokter spesialis di Unja ini,” tutupnya.(Raw)